Lakukanlah, Atau Tidak Sama Sekali - Do It, Or Never!

Posted by adeska on 19 Januari 2009

Lakukanlah, Atau Tidak Sama Sekali

Pada posting kali ini, saya terinpirasi ucapan Yoda (jedi master dalam film-film Star Wars). Lengkapnya seperti berikut:

"Jangan mencoba. Lakukanlah, atau tidak sama sekali. Tidak ada yang namanya mencoba".
Dari pernyataan guru Yoda ini, saya merenungi apa yang dikatakannya. Mencari makna apa yang terkandung di dalamnya. "Lakukanlah, atau tidak sama sekali!" Kata-kata ini terasa membakar pikiran dan jiwa ini. Lakukanlah, atau tidak lakukan, janganlah mencoba-coba. Sebab hidup bukanlah ladang uji coba. Hidup adalah perilaku dan perbuatan, bukan percobaan.

Tipis memang beda pemaknaan antara mencoba dan melakukan. Toh keduanya bermakna usaha. Namun, apa memang demikian adanya?

Mencoba berarti usaha mencapai sesuatu. Pun demikian dengan melakukan. Melakukan berarti berusaha untuk mencapai/meraih sesuatu. Baik mencoba maupun melakukan, keduanya dapat saja dilandasi pengetahuan akan apa yang ingin dicoba atau dilakukan. Perbedaannya terletak pada kondisi awal yang melatarbelakangi kedua hal ini. Jika dalam mencoba, sejak semula telah ada/ditetapkan alternatif percobaan lainnya yang bisa dilakukan jika yang dicoba saat ini tidak sesuai harapan kita; maka dalam melakukan tidaklah demikian. Saat melakukan, yang ada di hadapan kita adalah apa yang kita lakukan ini, tidak ada alternatif lainnya. Ini pembeda pertama.

Perbedaan kedua, dalam hal fokus. Dalam mencoba, fokus tidak bisa dilakukan karena menyandarkan pada alternatif percobaan yang lain. Toh, saya bisa melakukan yang lainnya bila percobaan saat ini tidak berhasil, begitu batin kita berkata. Dalam melakukan, kita akan dipaksa untuk fokus pada apa yang dilakukan saat ini, karena "tidak ada" yang lain. Saat fokus, maka segenap kemampuan/potensi diri akan kita kerahkan, sehingga kita akan berusaha sepenuh hati dan sungguh-sungguh.

Perbedaan ketiga, dalam hal keyakinan diri. Ketika melakukan percobaan, sebenarnya kita menjebak diri kita masuk ke dalam suatu kondisi kurang mempercayai kemampuan diri sendiri. Kita tidak yakin dengan kemampuan diri kita, sehingga membutuhkan rasa aman dengan cara menciptakan berbagai alternatif percobaan. Sedangkan dalam melakukan, sejak awal kita meletakkan rasa percaya kepada diri sendiri sepenuhnya pada kondisi dan posisi yang semestinya.

Perbedaan keempat, terletak pada keyakinan terhadap apa yang dilakukan. Yang dalam mencoba, kondisi ini tidak bisa utuh tercipta. Saya yakin untuk melakukan dan terhadap apa yang saya lakukan, maka dari itu saya melakukannya.

Dari 4 hal pembeda di atas, saat ini dan seterusnya, saya akan mengubah mindset saya terhadap kata mencoba dan melakukan. Saat ini dan saat-saat selanjutnya, adalah saat untuk melakukan, bukan mencoba. Sebab hidup adalah perilaku dan perbuatan. Hidup bukan untuk coba-coba.

Maaf bila saya keliru dalam memaknai dua kata ini. Luruskan saya jika melenceng, arahkan saya jika kehilangan arah, utarakan saja pendapat Anda bila ingin berpendapat dari sudut pandang Anda sendiri.

Digg Del.icio.us StumbleUpon Reddit RSS

{ 5 comments... read them below or add one }

pencuri kode™ mengatakan...

waduh masih bingung nih bang :D ... tapi kalau teman saya tuh sering bilang ini Kalau Takut Jangan Berani-Berani,Kalau Berani Jangan Takut-Takut. saya juga bingung dengan ungkapan ini saya save dulu ah tulisan mas ades mau baca di kos :D ntar saya koment lagi kalau dah paham :D

pencuri kode™ mengatakan...

heee akhir nya paham bang kalau mencoba itu kayaknya ada keraguan deh soalnya kan mencoba dan kalau gagal berarti tidak apa2 nah ini kan sudah menunjuk suatu ketidakmampuan atau suatu keputus asaan bahwa dengan kata coba-coba
nah kalau berusaha maka orang itu pasti akan mengejar apa yang sedang dilakukannya... heee apakah seperti ya maksudnya itu???

adeska mengatakan...

@ pencuri kode
Pemahaman yang cerdas, Kang Noval. pemahaman seperti ini yang sebenarnya ingin saya sampaikan.

jika mencoba-coba, terkesan tidak serius dan tidak ada kerugian bila tidak berhasil, padahal tetap ada konsekuensinya. rugi waktu, tenaga, pikiran dan kesempatan.

lebih baik bertekad untuk melakukan sesuatu, dari pada nekad coba-coba.

saya setuju tu dengan pernyataan: "...Kalau Takut Jangan Berani-Berani,Kalau Berani Jangan Takut-Takut". Tersirat kebulatan tekad di dalamnya. :) Mantap Kang Noval!

didik mengatakan...

Tapi sayang mental2 kita kebanyakan masih dalam taraf mencoba karena masih digelayuti ketakutan2....
Pola pikir semakin banyak kesempatan yang kita COBA manfaatkan,semakin baik baik masih sangat kuat..........
Wah tapi agak rumit juga...... Karena penaktualisasiaanya sangat kondisional sekali juga...... Tapi tulisan mas desta ada benarnya juga sih
didik

adeska mengatakan...

@ Didik: saya cenderung "mengganti" istilah ketakutan, dengan antisipasi thd hal-hal yg kiranya menghambat perjalanan usaha kita.
mencoba berbagai kesempatan memang tidak salah, namun dibutuhkan proses dan upaya lebih keras utk menjalankan semua. lagipula, kita bisa terjebak dalam masalah ketidakfokusan.
utk nickname, nama saya Ades, bukan Desta.
anyway, thanks telah mampir.

Posting Komentar

Terima kasih atas kunjungan Sobat Blogger semua. Komentar Anda, mempermudah saya berkunjung balik.
So, silahkan isi lengkap URL Anda dengan format http://www.domainAnda.com.
Matur nuwun.