Spiritualitas dan Eksistensi Manusia

Posted by adeska on 11 September 2008

 
Spiritualitas berarti terjaga. Kebanyakan orang, entah tahu atau tidak, tertidur. Mereka lahir, hidup, menikah, merawat anak dalam keadaan tertidur, bahkan mereka mati pun tetap tertidur tanpa pernah terbangun. Tak pernah mereka memahami kesepian dan indahnya sesuatu yang kita sebut eksistensi manusia.
 
Anthony de Mello [1931 – 1987, biarawan]

Terjaga, terbangun dari "tidur" panjang, mempersyaratkan terbitnya kesadaran dan pemahaman akan kedirian kita, tugas dan misi yang kita emban dalam kehidupan. Proses yang ditempuh adalah jalan terjal yang beraneka warna dan bermacam ragam, namun satu hal yang akan dirasakan: Kesunyian, Keheningan, dan Keterasingan dari Kehidupan. Prosesi yang mesti ditempuh untuk mendapatkan kembali Eksistensi Kemanusiaan kita.

Digg Del.icio.us StumbleUpon Reddit RSS

{ 4 comments... read them below or add one }

Manik mengatakan...

Menurut saya definisi mutlak spiritual mengandung kebenaran dan bagi beberapa orang kebenaran tersebut agak menyakitkan. Jadi agak susah mendeskrepsikan lewat kata-kata apalagi tulisan.
Hanya butuh rasa, keterbukaan dan belajar dewasa… ;)

Tony mengatakan...

pengartian yang dalam sekali maknanya mas

ades hendra mengatakan...

@ Manik.
Betul, kang Manik. Spiritual hanya dapat kita dirasakan. Pemikiran 'hanya' mengantarkan ke pemahaman mengenai spiritual itu sendiri dan kedewasaan jiwa.
Terima kasih sudah mampir.

ades hendra mengatakan...

@ Tony
terima kasih mas Tony. kita semua dalam tahap berproses menuju ke "Sana".
Trima kasih sudah mampir.
(saya mo belajar bisnis internet ma mas Tony. boleh kah?) :)

Posting Komentar

Terima kasih atas kunjungan Sobat Blogger semua. Komentar Anda, mempermudah saya berkunjung balik.
So, silahkan isi lengkap URL Anda dengan format http://www.domainAnda.com.
Matur nuwun.